Selasa, Oktober 20, 2009

Mengoptimalkan Peran Lembaga Pendidikan Tinggi di Madura Menyambut Suramadu


oleh : Nilam Ramadhani

Melihat lagi tujuan dibangunnya Jembatan Suramadu sesuai Keppres No 79 Tahun 2003, yaitu untuk lebih meningkatkan pembangunan di Pulau Madura, sebagai upaya dalam memacu perluasan kawasan industri, perumahan, dan sektor lainnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan menghubungkan Pulau Jawa dan Madura.

Tujuan ini tentu saja termasuk didalamnya adalah sektor pendidikan di wilayah Madura. Oleh karena itu, perlu adanya peran yang signifikan dari seluruh lembaga pendidikan di Madura dalam upaya untuk menyongsong dinamika serta akselerasi perubahan pembangunan yang akan berlangsung.

Di Madura sendiri, sudah mulai banyak bermunculan lembaga-lembaga pendidikan (baik yang baru berdiri dan yang lawas) yang masih dibawah naungan yayasan atau swasta. Harapannya, semua lembaga pendidikan tinggi khususnya di Madura juga harus peka terhadap perubahan pembangunan pasca Suramadu ini.Tidak terlepas juga pada unit jurusan yang berkenaan dengan teknologi dan informasi. Sebab teknologi informasi dewasa ini bisa dikatakan memiliki rating perubahan yang begitu cepatnya. Dengan terus dikembangkannya model rekayasa terhadap perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), hal itulah yang membuat dunia teknologi informasi selalu up to date dalam perjalanannya.

Pembangunan Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km yang menelan biaya sekitar Rp 4,5 triliun janganlah hanya dijadikan simbol kebanggaan baru masyarakat Madura saja. Jembatan Suramadu haruslah dijadikan pompa pemicu bagi Perguruan Tinggi (PT) -khususnya, untuk terus berbenah diri. Dengan adanya Suramadu, idealnya mobilitas akses pembangunan segala sektor akan semakin cepat. Hal itulah yang patut disadari bagi sebuah lembaga PT untuk dapat “mengimbangi” pesatnya arus informasi ditengah jaman yang serba datar seperti saat ini. Apalagi era globalisasi sudah tak lepas dari media elektronik berbasis internet.

Jembatan Suramadu pastinya akan memberikan manfaat terhadap sisi kehidupan di Madura. Namun sebelum membicarakan tentang manfaat, mestinya dipikirkan terlebih dahulu persiapan dan upaya apa sajakah yang dapat mengoptimalkan manfaat yang bakal diperoleh. Alih-alih Jembatan Suramadu memberi manfaat, kalau sumberdaya di Madura belum direvitalisasi dan dieksplorasi, akan dapat apa dari Suramadu? Yang ada malah masyarakat Madura tetap jadi penonton dan “pekerja kelas dua”.

Tentu hal diatas sangat tidak diinginkan. Oleh karenanya, hal pertama yang perlu dibenahi adalah masalah sumberdaya, utamanya sumberdaya manusia (SDM) di Madura. Masalah SDM adalah perihal yang begitu mendasar bagi sebuah perubahan akan kemajuan yang progesif. Jika di Madura telah memiliki sederet SDM yang mumpuni terhadap “tuntutan” pembangunan pasca Suramadu, tentunya akan begitu banyak manfaat yang bakal dirasakan. Namun bagaimanakah jika SDM di Madura benar-benar belum siap “menerima” arus perubahan dari Suramadu?

Dari tinjauan itulah sebenarnya letak peran lembaga PT yang harus dioptimalkan. Dalam sudut pandang dunia pendidikan, SDM yang berkualitas setidaknya harus memiliki ciri “berbudaya akademik”. Yaitu sikap hidup yang ditandai oleh keinginan serta usaha untuk mengetahui sesuatu yang baru dan benar untuk memajukan ilmu pengetahuan (Mochtar Buchori, 2005). Masih menurut Mochtar Buchori, dalam kehidupan ilmiah budaya akademik ini menjadi sumber dari tiga jenis kegiatan, yaitu 1). Kegiatan mencari pengetahuan baru secara terus-menerus; 2). Kegiatan mencari kebenaran secara terus-menerus; dan 3). Kegiatan menjaga secara terus menerus, agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan tidak dicemari oleh kepalsuan dan kebohongan.

Maka, jika sebuah lembaga PT membiasakan diri terhadap “budaya akademik” yang baik di dalam lingkungan civitas akademikanya, tentu impian memiliki SDM lokal handal bukanlah sebuah isapan jempol. Memang harus ada beberapa langkah terapan untuk merealisasikannya. Setidaknya, PT harus terus membenahi kurikulum yang barangkali sudah tidak relevan lagi terhadap output lulusan bagi permintaan industri/dunia kerja.

Sebagaimana Prof. Dr. S. Nasution memaparkan dalam bukunya, Asas-Asas Kurikulum, bahwa isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. Karena kurikulum harus dinamis, dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel, yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan.
Dengan begitu akan terciptalah sebuah sinkronisasi kurikulum dunia akademik/pendidikan dengan “kurikulum” dunia industri. Hal ini akan terjadi jika (salah satunya) PT memahami sudut pandang industri terhadap kebutuhan SDM. Karena tentu saja, SDM yang baiklah yang akan terserap dalam dunia kerja. SDM yang baik disini berarti harus siap kerja, memiliki kemampuan akan keterampilan mumpuni, dan mengetahui tentang perkembangan teknologi industri dan informasi.

Upaya diatas begitu penting dilakukan, mengingat berbagai masalah pelik yang semakin menumpuk terkait bertambahnya jumlah pengangguran kalangan terdidik (baca : sarjana), berawal dari tidak sinerginya sistem perkuliahan yang diterapkan di dalam kampus, dengan kriteria profesi yang diinginkan oleh perusahaan penyedia lapangan kerja. PT juga harus selalu mengevaluasi program studi/jurusan yang mengalami kejenuhan dan dirasa tidak memiliki relevansi terhadap kebutuhan industri di tengah ketatnya persaingan kerja. Seharusnya, PT juga perlu membuat peta kebutuhan kerja jika ingin membuat program studi/jurusan baru. Karena jika diabaikan, beberapa faktor diatas justru akan dapat memicu semakin bertambahnya pengangguran terdidik yang ada.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah, PT juga harus dapat membekali dan memfasilitasi peserta didiknya dengan pengetahuan dan pengembangan kewirausahaan, utamanya yang berbasis teknologi (technopreneurship). Selain mempersiapkan SDM yang profesional, PT juga harus mampu memberi alternatif solusi yang justru dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan PT dengan perusahaan penyerap tenaga kerja. Dengan lebih menggiatkan kegiatan technopreneurship, para peserta didik tidak perlu cemas jika sudah lulus nantinya. Karena, para lulusan ini telah sanggup untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Semuanya memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Boleh idealis, tetapi harus realistis. Ada banyak proses yang harus dilalui dalam pencapaian itu. Untuk itulah, semua pihak harus memberikan perannya. Karena sebagai sebuah civitas akademik, dukungan dari seluruh elemen kampuslah target-target diatas akan terpenuhi. Semoga…

Selamat datang Suramadu, selamat datang industrialisasi, selamat datang perubahan…

Cetak Halaman Ini

Baca Selengkapnya...

Kamis, September 24, 2009

Berterimakasih Kepada Bulan Ramadhan


oleh : Nilam Ramadhani

Bulan suci Ramadhan baru saja pergi meninggalkan kita. Adalah Idul Fitri yang begitu dinantikan oleh seluruh muslim yang berpuasa sebulan penuh. Yaitu kembali ke dalam fitrah (suci) sebagai kodrat manusia yang baru terlahir ke dunia. Sebagaimana perintah Allah dalam Surat Al-Baqoroh 183, akhiran dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, agar kita menjadi muslim yang bertakwa.

Begitu istimewanya bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, Allah membuka lebar-lebar pintu surga dan menutup rapat-rapat pintu neraka, serta setan-setan dibelenggu.
“Jika telah datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu Al Jannah dan ditutuplah pintu-pintu An Naar dan para setan dibelenggu”. (HR. Bukhari, Muslim, An Nasa’i).
Tentu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari “bersekolah” selama bulan Ramadhan ini. Diantaranya, manusia diperintahkan untuk menjauhi segala hawa nafsu yang dapat mengurangi bahkan membatalkan kekhusukan puasa. Karena dengan dikuasai oleh hawa nafsunya inilah, manusia cenderung melakukan kerusakan di muka bumi ini. Hal itulah yang ingin dibendung dengan training selama sebulan penuh di momentum Ramadhan.

Sebagai umat Muhammad, hendaknya kita sangat bersyukur dengan diberinya satu bulan diantara bulan lainnya yang sangat mulia, yakni Ramadhan. Sebagai manusia tentulah banyak salah dan dosa yang pernah diperbuat. Dengan diberinya bulan suci Ramadhan, manusia dapat diampuni segala dosa yang telah lalu. Tentu dengan catatan, melakukan ibadah puasa itu dengan iman dan ikhlas. Sebagaimana Rasullah bersabda :
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Dan disepertiga akhir Ramadhan, Allah masih memberikan kemuliaan yang begitu besar dengan hadirnya Malam Lailatul Qadar. Malam yang apabila kita beribadah didalamnya, memiliki kemuliaan lebih dari 1000 bulan (kurang lebih 83 tahun).
“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) ini telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang diharamkan dari mendapatkan malam tersebut maka sungguh dia telah diharamkan dari kebaikan seluruhnya, dan tidaklah diharamkan dari mendapatkan kebaikan malam tersebut kecuali mereka yang memang orang yang diharamkan untuk mendapatkannya”.(HR. Ibnu Majah, Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: hasan shahih).

Lantas, dengan usia umat Muhammad yang rata-rata tidak melebihi 83 tahun, maka kehadiran bulan Ramadhan patut kita syukuri. Wujud syukur itu tentunya bukan dengan masih menyibukkan diri terhadap urusan duniawi, namun dengan terus beribadah dan mengharap ampunan dari Allah. Selain itu, jika kita betul-betul memaknai Ramadhan atas dasar iman, maka secara otomatis hati akan terketuk untuk melatih kepedulian sosial yaitu dengan zakat, bersedekah, memberi makan untuk berbuka, dan semua amalan lainnya. Karena salah satu ciri orang bertakwa adalah dia menafkahkan sebahagian rezekinya ketika lapang dan sempit.

Bagi orang yang mengimani hal itu, Ramadhan merupakan ajang untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Karena kebaikan itu akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah dengan tanpa batas jumlah bilangan. Kecuali puasa, karena puasa itu untuk Allah, dan Dia yang akan membalasnya langsung.
Patut kiranya kita berterimakasih dengan dihadirkannya bulan penuh rahmah, maghfirah, yakni Ramadhan. Jika saja pahala semua bulan sama seperti bulan Ramadhan. Sungguh sangat sedih jika Ramadhan begitu cepat berlalu hingga dipertemukan dengan bulan Syawal. Semoga kita semua masih dipertemukan lagi di bulan Ramadhan ditahun-tahun selanjutnya.

Yang terpenting, bagaimana kita istiqomah terhadap pelajaran yang diberikan selama bulan Ramadhan di sebelas bulan lainnya. Untuk itulah, sebagai sesama muslim harus selalu mengingatkan, nasehat-menasehati terhadap urusan kebaikan. Karena manusia tak luput dari dosa dan penuh kelemahan, utamanya kelemahan iman. Semoga kita digolongkan menjadi manusia yang dicintai Allah, karena kita sebelumnya juga mencintai-Nya atas dasar iman.

Taqobballaahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyaamakum (Semoga Allah menerima amal-amal kita dan amal-amal kalian, puasa kita dan puasa kalian). Taqobbal Yaa Karim (Kabulkanlah Wahai Dzat Yang Maha Mulia). Allaahummaj’alna Minal ‘A’idziin Waj’alna Minal Fa’iziin (Ya Allah setelah berpuasa ini, jadikanlah kami termasuk orang yang bisa kembali (ke fitrah kami) dan memperoleh kemenangan).

Cetak Halaman Ini

Baca Selengkapnya...

Kamis, Juni 18, 2009

29 Tahun Perjalanan Hidup dan Peran Dilahirkannya Manusia




oleh : Nilam Ramadhani

19 Juni 2009 adalah saat dimana aku sudah menginjakkan kaki selama 29 tahun di dunia ini. Waktu begitu cepatnya, hingga tanpa terasa sudah begitu banyak lembaran lalu yang masih membekas dalam ingatanku. Banyak orang mengatakan kalau moment itu disebut sebagai “Ulang Tahun”. Bagiku, dua kata itu yang sungguh membuat hati tertawa geli. Seolah waktu bisa diputar-putar ulang hingga tak berbatas. Pesta, traktiran, foya-foya, senang-senang, adalah sekumpulan hal yang sangat tidak relevan buatku dalam menyikapi “ritual ulang tahun”.

Kalau mau melihat ke belakang, begitu banyaknya dosa yang telah kulakukan, yang sangat tidak sebanding dengan kebaikan yang ingin dicapai. Semestinya aku juga sadar, semakin hari waktu di dunia ini menjadi semakin sedikit. Dengan waktu yang semakin sempit inilah, seharusnya aku memperbanyak memohon ampun kepada Allah Sang Maha Kuasa. Aku juga merasa masih banyak yang perlu dibenahi dalam diri ini. Memang, aku hanyalah manusia biasa yang masih penuh dengan kekhilafan dan kekurangan. Sehingga wajar saja kalau selama ini aku masih lebih banyak meminta daripada memberi kepada orang lain.

Saat ditanya tentang pilihan dalam hidup ini, tentu aku akan memilih setia kepada yang benar. Pengalaman lalu yang dapat menjerumuskanku ke dalam lubang kehinaan, semoga Engkau ampuni ya Rabb! Memang benar, Tuhan selalu menyayangi hamba-hambaNya yang mau memberi kesempatan kepada dirinya sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Tak kan kusia-siakan kesempatan ini. Untuk itulah, beri petunjukMu ya Rabb supaya aku bisa menjadi manusia yang dapat memberi manfaat kepada sesama. Karena aku yakin, dengan mengajarkan pengetahuan kepada orang lain dapat membuat hidup lebih bermakna. Kuanggap itulah jalan pilihan dalam hidupku. Dengan segala kekurangan ini, berilah kepadaku Ya Rabb ilmu yang bermanfaat, ilmu yang dapat menuntunku ke jalanMu yang lurus.

Bukan perkara mudah untuk melakukan semua itu. Dibutuhkan konsistensi dalam perjuangan. Memang belum banyak yang telah kulakukan, belum sempurna yang bisa kuperbuat. Tapi setidaknya, benih-benih itu sudah mulai aku tabur. Karena keyakinanku, tiap manusia memiliki peran yang berbeda ketika ia dilahirkan di dunia. Peran itu seharusnya memiliki andil besar dalam proses perubahan hidup diri dan orang lain ke arah yang lebih baik. Tidak ada kebaikan yang lebih baik selain kebaikan itu sendiri. Tapi kadang ada saja aral dan godaan tatkala niat baik sudah diluruskan. Jalan tak semulus yang dikira. Tapi hati kecilku membantah, ”Masa bodoh dengan kerikil itu! Menanam padi, rumput ilalang saja tumbuh, apalagi kalau menanam rumput, jangan harap padi ikut tumbuh!”.

Filosofi itu yang selalu aku pegang tatkala batu sandungan mulai menerpaku. Tak ada jalan yang lurus dan mulus bagi sosok manusia ketika ingin meraih kebahagiaan. Namun ketika diri sudah memahami bahwa hidup penuh dengan hitam dan putih, maka rintangan yang ada bukanlah sebuah alasan perjuangan bakal diakhiri. Aku juga bersyukur kepada Allah karena telah memiliki Ibunda, mendiang Ayahanda, Kakak, keluarga, sahabat, orang-orang dekat, yang begitu baik dan menginspirasi. Tanpa engkau-engkau semua, mungkin saat ini aku masih tersesat di hutan belantara penuh dosa dan luka. Tak ada yang lebih berarti selain sosok pribadi yang dapat mengerti dan memahami, baik dalam suka dan duka.

Sahabat telah banyak mengajariku tentang arti hidup yang sebenarnya. Sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah kulakukan selama 29 tahun yang telah berlalu. Tak kan pernah lekang dari ingatan ketika dulu aku masih menjadi anak sekolahan. Yang bisanya hanya meminta uang saku, kiriman, dan sering membebani kedua orangtua. Sekarang aku baru tersadar, kalau mencari nafkah penghidupan itu tidak semudah meminta-minta. Betapa berdosanya bagi seorang anak yang kepandaiannya cuma meminta dan meminta kepada orangtua dengan berdalih untuk memanjakan dirinya. Mungkin bahkan sekarangpun hal itu masihlah sama dalam diriku. Pengalaman selama itulah yang banyak membuatku belajar. Karena sepahit apapun pengalaman di masa lampau, kadang akan menjadi penolong ketika dihadapkan dengan permasalahan hidup yang sama di masa kini dan mendatang.

Tak ada yang abadi. Hidup sebenarnya adalah memperbanyak memberi, sebab memberi pada hakikatnya adalah menerima. Karena kehidupan di dunia adalah sementara, maka segala bentuk kerakusan, haus kekuasaan, dan kesombongan tidak akan membawa manusia ke dalam keberkahan dan kedamaian. Semua akan kembali kepada Sang Pencipta manusia. Oleh karenanya, hanya kebaikan yang dapat membawa manusia kedalam keabadian kelak di akhirat.

Maka, di 29 tahun aku dilahirkan di dunia ini, ijinkanlah untukku meminta maaf kepada kalian orang-orang yang sangat kukasihi. Itulah manusia, penuh dengan kekhilafan dan kekeliruan. Tak selalu yang kulakukan benar, tak selamanya yang kuperbuat akan diterima. Untuk itu, di tengah perjalanan ini aku juga memohon kepada kalian untuk tidak lelah membimbingku, mengajariku. Ingatlah, peran manusia satu dengan yang lainnya tidak akan selalu sama. Yang seharusnya sama adalah dalam perbedaan peran itu hendaknya sama-sama menuju kepada keridhaan Ilahi. Karena dicintai oleh Sang Pencipta manusia adalah hakikat utama dalam kehidupan ini. Semoga...

Cetak Halaman Ini

Baca Selengkapnya...

Selasa, Mei 12, 2009

Cyber Space, Tren Facebook dan Fenomena Jejaring Sosial


oleh : Nilam Ramadhani

Tidak dipungkiri lagi, internet saat ini memberi peran begitu besar terhadap sebuah bentuk komunikasi dunia maya. Era baru berkomunikasi ini betul-betul dilihat sebagai peluang bagi penyedia layanan jejaring sosial (social networking). Sudah lumayan banyak provider jejaring sosial yang beredar. Mulai dari mailing list Yahoo, Friendster, Hi5, Flixter, MySpace, dan yang paling popular saat ini yaitu Facebook. Anemo masyarakat internet dunia terhadap penggunaan aplikasi layanan ini bisa dibilang begitu fantastis. Untuk Facebook saja, di tahun 2009 ini Mark Zuckerberg sebagai CEOnya mengklaim pengguna Facebook sudah menembus angka 200 juta! Padahal Facebook baru dirilis pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan pengguna Facebook sebesar 40% di tahun 2008. Hal itu sekaligus menempatkan Indonesia di posisi pertama sebagai negara dengan pertumbuhan anggota Facebook tercepat di dunia tahun 2008 (sumber : Google Trends).
Banyak fasilitas memang yang di berikan (embedded) pada aplikasi ini. Mulai dari yang standar seperti isi biodata, sekedar komentar, daftar teman, hingga upload foto, video, chat, tagging, dan memasukkan aplikasi. Dari segudang fasilitas yang diberikan itulah, fenomena jejaring sosial ini bermula. Jelas saja, dengan memasukkan gambar, biodata, dsb serta bersedia untuk membaginya ke seluruh user yang terhubung, menjadikan terbukanya “silaturrahmi” era baru. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa dengan aplikasi jejaring sosial ini, sudah sejumlah orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu, malah di dunia maya saling berjumpa. Yang sebelumnya hanya memiliki segelintir teman, menjadi lebih banyak kenalan setelah bergabung dengan layanan ini.
Bisa dibilang, fenomena jejaring sosial di dunia maya adalah bentuk lain dari wadah reunian para anggotanya. Pengalaman pribadipun menyatakan demikian. Banyak teman-teman lama yang sudah hitungan tahun tidak pernah kontak, dipertemukan dalam forum aplikasi jejaring sosial ini. Bahkan ada beberapa pihak yang sudah memasang iklan komersial di samping kiri-kanan dinding tampilan. Sehingga, dengan berbagai kemudahan dan variasi yang diberikan, semakin naik daun saja popularitas dari layanan itu. Tentunya hal tersebut membawa berkah tersendiri baik bagi pengembang dan pemakainya.
Tren social networking ini membawa penggunanya ke dalam sebuah komunitas yang benar-benar terbuka (open community), utamanya komunitas yang berbasiskan IT. Tidak hanya itu, Facebook juga begitu digandrungi oleh para politisi, termasuk di Indonesia. Karena selain lebih mudah menjaring suara dukungan ke para konstituennya, cara ini juga sangatlah murah. Tanpa harus merogoh gocek dalam-dalam untuk biaya iklan kampanye, cukup memakai aplikasi yang 100% gratis ini sebagai mediasi. Cara inilah yang dilakukan oleh Presiden AS Barrack Obama dalam berkampanye.
Memang banyak hal positif yang didapat ketika kita berinteraksi dengan software jejaring sosial ini, utamanya dalam menjalin komunikasi di dunia maya. Namun ada beberapa analisa yang menilai, keranjingan Facebook (facebookcholic) justru dapat mengganggu bentuk interaksi sosial secara nyata. Penyebabnya, karena pengguna sudah keasyikan berinteraktif-ria di depan komputer, hingga akhirnya dia tidak sempat untuk bersosialisasi dengan lingkungan nyata di sekitar, seperti tetangga. Untuk itulah, perlunya sebuah keseimbangan antara bersilaturrahmi di dunia maya dengan dunia nyata.
Selain itu yang perlu diwaspadai adalah informasi biodata diri, gambar, video, dll haruslah diperhitungkan ketika kita memasukkannya. Karena bisa saja ada pihak-pihak yang ingin menyalahgunakan segala informasi diri yang kita cantumkan itu. Misalnya pemalsuan identitas. Ingat, bergabung dalam aplikasi jejaring sosial berarti harus tahu konsekuensi terhadap informasi diri kita yang di publish. Apabila kita sudah yakin dengan informasi yang di masukkan, ya tidak perlu resah dong dengan berbagai kemungkinan tadi :).
Namun semuanya tetaplah dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Yang paling penting adalah, bagaimana memaksimalkan hal-hal positif yang dapat dibangun dengan menjalin jejaring sosial di dunia maya. Selain itu juga dengan meminimalisir segala dampak negatif dari kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi nantinya. Jika perspektif untuk bergabung dengan layanan jejaring sosial telah mempertimbangkan adanya keseimbangan seluruh dampaknya, maka tak perlu risau akan pengaruh tidak baiknya. Semuanya akan lebih terasa menyenangkan. Tapi jangan lupa dengan tugas utama kita lho.. :). Selamat bersilaturrahmi…

Cetak Halaman Ini

Baca Selengkapnya...

Minggu, Mei 03, 2009

Beberapa Tips Ngeblog Sehat


oleh : Nilam Ramadhani

Sebelum memulai ngeblog, ada baiknya kita harus mencari tahu terlebih dahulu gimana sih supaya ngeblog jadi menyenangkan??! Soalnya ada yang bilang, blog adalah cerminan dari pribadi si empunya (memang iya sih :) ). Ngeblog hari ini seperti sudah menjadi budaya digital. Jadi tidak ada salahnya bagi yang baru memulai, atau bahkan yang sudah professional sekalipun mengikuti beberapa saran berikut :
1. Pilih dan tentukan penyedia layanan blog yang sesuai dengan selera
Berbicara tentang selera, pastilah tiap pengguna memiliki kriteria tertentu yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika sebelum memulai ngeblog kita “selidiki” dulu tiap penyedia layanan blog. Perlu diakui, tiap penyedia layanan blog pastilah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat ini telah banyak penyedia layanan blog gratis yang beredar. Katakanlah seperti blogger, wordpress, multiply, b2Evolution, dan sebagainya. Dari sekian banyak penyedia itu, kita harus menentukan penyedia blog mana yang pas dengan keinginan. Sebab, blog akan kita pakai seterusnya ( itupun kalau kita mau serius ngeblog loh !! :) ). Untuk itulah penting kiranya memulai ngeblog dengan melalui tahapan seleksi. Kadang ada satu user yang memiliki banyak blog dengan penyedia yang berbeda. Sebetulnya tidak masalah sih, cuma hanya akan menghilangkan nilai konsistensi saja (ce’ilee :)).
2. Menentukan tema dan isi blog
Membuat blog tentunya memiliki berbagai macam tujuan. Namun intinya adalah : publikasi (ya ngga’ :) ). Supaya isi blog tidak terkesan ‘nano-nano’, gado-gado, atau tidak konsisten terhadap isi, maka kita harus tentukan tema dari blog yang akan kita buat. Tema dan isi dari blog akan menunjukkan kepada pengunjung akan spesifikasi dari si empunya. Hal ini juga berkaitan dengan segmentasi yang akan dibidik nantinya. Misal tema tentang pendidikan, agama, politik, teknologi, kedokteran, sastra, atau hanya sekedar publikasi buku diary :) ) Karena spesifikasi ( kata lain dari tema isi :)) akan lebih meningkatkan personal image branding (meminjam istilah Romi Satriawahono) ketimbang isi blog yang tidak jelas arah dan segmentasinya. Jadi penting banget untuk menentukan theme dari blog yang akan kita bangun.
3. Mulailah ngeblog
Setelah kita menemukan layanan penyedia blogging yang pas dengan selera, dan sudah menentukan tema dari blog, maka langkah selanjutnya adalah memulai ngeblog tentunya :). Mulailah dengan banyak mengeksplorasi menu-menu dan layanan yang diberikan oleh provider blog. Hal itu dilakukan untuk membuat kita menjadi familiar terhadap fasilitas yang diberikan. Selain itu juga akan membuat pemilik blog lebih mudah memodifikasi tampilan, menu, widget, dan segala pernak-pernik yang dapat mempercantik tampilan blog. Kalau sudah dihasilkan bentuk tampilan dan fungsi yang pas dari blog kita, berarti blog sudah mewakili kepribadian si pemiliknya. Ada banyak blog layanan tutorial yang tersedia di internet. Jadi bagi seorang pemula (seperti saya contohnya :)) tidak perlu takut untuk tidak bisa mempercantik blog. Yang perlu sering kita lakukan adalah blogwalking ke blog tetangga yang disitu terdapat beberapa tips teknis mempercantik blog. Setelah dapat tips dan trik ngeblog, barulah kita praktekkan! Kalau kita mau bersabar dan berusaha, pasti bisa!
4. Rawat baik-baik blog kita
Blog juga butuh perawatan. Merawat blog bisa berarti kita terus memasukkan posting yang sesuai dengan tema blog. Bisa juga kita melakukan backup dari seluruh isi blog termasuk kode template-nya. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika kita sedang mengutak-atik kode template dari blog. Karena kebanyakan blogger suka berekspresi dengan memasukkan kode-kode program untuk memodifikasi blog. Biar aman, salah satu cara mengamankan kode blog kita, ya dengan memback-up-nya, ya gak?! :) Selain itu juga perlu mencari ide-ide, informasi, referensi untuk memunculkan kreativitas menulis/memasukkan posting ke dalam blog. Karena banyaknya postingan mempengaruhi besarnya traffic pengunjung blog.

Kira-kira itulah beberapa hal non-teknis diatas yang dapat membuat aktivitas ngeblog menjadi lebih “sehat” dan menyenangkan. Yang paling penting, dengan ngeblog, kita dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang lebih baik. Bukankah hal itu lebih bermanfaat?? Selamat ngeblog dan berekspresi. :)

Cetak Halaman Ini

Baca Selengkapnya...